RGB vs. CYMK

Perbedaan RGB dan CMYK – Menghindari kesalahan pada proses cetak
(Disadur DesainStudio.com dgn perubahan seperlunya)

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak

Permasalahan yang sering timbul dalam dunia desain grafis adalah ketika desain dihadapkan dengan dunia produksi. Banyak sekali desainer grafis yang handal ilmu desainnya, mahir penguasaan toolnya, namun lemah terhadap pengetahuan dalam bidang produksi. Hal ini menyebabkan hasil akhir produksi dari suatu desain biasanya kurang memuaskan. Masalahnya bisa beragam, namun seringkali ditemukan pada perbedaan hasil dari warna pada proses cetak.

Permasalahan ini sederhana dan lazim terjadi di dunia percetakan. Diakibatkan dari kurangnya pengetahuan desainer terhadap konsep dasar dan teori warna. Warna dalam dunia percetakan berbeda dengan warna tampilan di monitor. Teori ini dibagi berdasarkan dua model warna : RGB dan CMYK. Perbedaan inilah yang kemudian menyebabkan seringnya terjadi kesalahan atau hasil yang tidak diinginkan dari warna akhir melalui proses cetak.

Adapun perbedaan warna RGB dan CMYK, secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini :

Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti komputer, televisi dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan warna latar belakang yang gelap (hitam).

Sedangkan CMYK adalah warna yang dikenal dalam proses printing dan percetakan. Terdiri dari C = Cyan, M = Magenta, Y = Yellow, dan K = Black. Warna CMYK digunakan untuk tampil seimbang dengan latar belakang putih dari bahan cetak seperti kertas dan lain-lain.

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak

Warna RGB biasanya lebih terang dan jelas, biasanya menghasilkan besar kapasitas file yang lebih kecil. Warna RGB sangat cocok untuk presentasi visual dalam tampilan monitor seperti desain halaman web/situs. Ketika suatu karya desain dalam format RGB akan diprint dan melalui suatu proses cetak, maka warna RGB harus dikonversi dahulu kedalam model warna CMYK. Hal ini karena printer dan mesin percetakan hanya mengenal warna CMYK sebagai model warna dari kalibrasi di mesin cetak.

Sering kali beberapa karya desain yang akan naik cetak masih dalam format RGB, dan ketika dikonversi menjadi CMYK, warna biasanya akan berubah menjadi lebih redup dan tidak secerah warna yang tampil pada model RGB. Solusi dari masalah ini adalah, desainer harus memastikan dulu desainnya tampil dengan warna yang diinginkan dalam format warna CMYK, karena yang akan keluar dari mesin cetak adalah warna dengan model CMYK.

Beberapa software/aplikasi untuk desain grafis biasanya mengizinkan kita untuk bekerja dengan memilih antara dua model warna (RGB atau CMYK) walaupun dalam beberapa hal, seperti beberapa fungsi dari photoshop tidak akan aktif jika kita bekerja dalam model warna CMYK. Pemilihan model warna biasanya akan tampil ketika kita membuka dokumen baru. Namun, apabila sudah terlanjur bekerja di salah satu model warna dan kita ingin menggantinya, kita bisa menkonversi kembali model warna tersebut.

Kalau di ilustrasikan kira-kiri begini….

RGB terlihat cerah ya kan? tapi menipu kalo di print, karena apa yg di lihat itu bukan yang di dapat. Untuk yg berhubungan dengan karya yang di print pastikan di desain dengan CYMK (ini sih harusanya uda pada ngerti yah 😀 pak Santo uda jelasin berkali-kali dan kyk nay gk perlu lagi di jelaskan)

Apa sih perbedaan teknis RGB ama CYMK??

Model Warna RGB
    * Model warna RGB mendefinisikan warna menggunakan Red (R), Hijau (G) dan Blue (B) cahaya.
    * Setiap warna diukur dengan nilai berkisar dari 0 sampai 255 dimana 0 adalah intensitas minimum (gelap) dan 255 adalah intensitas maksimum. Ini adalah jumlah banyaknya informasi yang dapat disimpan dalam 1 Byte memori komputer (256 lembar).
    * Untuk menentukan  tiga warna, Anda membutuhkan 3 Bytes (atau 24-bit) informasi.
    * Model warna RGB adalah Warna Aditif Model.
    * Warna Aditif menggunakan cahaya yang ditransmisikan untuk menampilkan warna.
    * Komputer Monitor dan mata manusia digunakan untuk menentukan warna RGB.
    * Kombinasi jumlah cahaya merah, hijau, dan biru mendefinisikan warna RGB yang dihasilkan.
    * Ketika kita mengkombinasikan warna merah, biru muda, dan lampu hijau bersama-sama dan masing-masing komponen memiliki nilai 255, maka warna yang dihasilkan berwarna putih. Ketika nilai setiap komponen adalah 0, warna yang dihasilkan adalah murni hitam.
    * Dengan model RGB aditif, komputer dapat menampilkan hingga 16,7 juta warna.
Model Warna CMYK
    * Model mendefinisikan warna CMYK menggunakan Cyan (C), Magenta (M), Kuning (Y) dan Black (K) tinta atau pigmen.
    * Setiap warna berisi jumlah tinta yang diukur dengan persen dari 0 hingga 100. Nilai 100 berarti bahwa tinta diterapkan pada saturasi penuh.
    * Model warna CMYK adalah subtraktif Warna Model.
    * Warna subtraktif menggunakan pantulan cahaya untuk menampilkan warna.
    * Barang cetakan yang diproduksi dengan menggunakan model warna CMYK.
    * Kombinasi jumlah cyan, magenta, kuning, dan tinta hitam mendefinisikan warna CMYK yang dihasilkan.
    * Ketika kita menggabungkan cyan, magenta, kuning, dan tinta hitam bersama-sama dan masing-masing komponen memiliki nilai 100, maka warna yang dihasilkan adalah hitam. Ketika nilai setiap komponen adalah 0, warna yang dihasilkan adalah putih murni.

    * Dengan model CMYK subtraktif kita  dapat menampilkan jutaan warna, namun karena keterbatasan tinta cetak dan proses cetak, printer hanya bisa menghasilkan ribuan warna di cetak.nah kira2 begitu lah perbedaan CYMK dan RGB… pasti uda jelas bgt.. owh iya ada yg ketinggalan ttg warna dasar dan warna turunana… post lagi deh… hehehee… sekian aja deh yah buat tulisan ini… soalnya bingung juga mau tambahin apa kyk nya smua uda di bahas juga 😀

0.Comments

    Leave a Comment

    4 × three =